Balitbang Kemenag RI Laksanakan Rapat Evaluasi di Batam
Batu Ampar (inmas) - Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI melaksanakan Rapat Evaluasi Kediklatan di Planet Holiday Hotel & Residence, Jl. Raja Ali H., Sei Jodoh, Kec. Batu Ampar, Kota Batam, Kepulauan Riau. Kegiatan Ra
Admin Portal
Redaksi
Batu Ampar (inmas) - Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI melaksanakan Rapat Evaluasi Kediklatan di Planet Holiday Hotel & Residence, Jl. Raja Ali H., Sei Jodoh, Kec. Batu Ampar, Kota Batam, Kepulauan Riau. Kegiatan Rapat Evaluasi Kediklatan dilaksanakan selama empat hari dan dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI, Abdurrrahman Mas’ud, Selasa (20/8) malam.
Ketua Panitia Pelaksana, Saeroji melaporkan bahwa, kegiatan rapat Evaluasi Kediklatan dilaksanakn untuk menciptakan akselerasi ASN, dengan tujuan mendapatkan sejumlah cetak biru dengan pola pengembangan ASN Kemenag dalam beberapa tahun ke depan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam H. Zulkarnain Umar yang mewakili Ka.Kanwil Kemenag Kepri dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih atas dipilihnya Kota Batam sebagai tuan rumah dari penyelenggaraan rapat evaluasi, lanjut H. Zulkarnain Umar.
Menyikapi insiden yang terjadi di Papua hari ini, Pemerintah Kota Batam bersama FKPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan para tokoh-tokoh dari Papua yang ada di Kota, sudah bertemu dan sepakat menjaga Kota Batam sebagai rumah bersama agar tetap aman dan damai.
“Insya Allah, tidak terpengaruh dengan situasi yang sedang terjadi di Papua dan Surabaya.”
Lebih terang H. Zulkarnain Umar menjelaskan, Kota Batam, dikembangkan menjadi destinasi wisata religi yang ditandai dengan pembangunan masjid terbesar ke 4 di Indonesia, dengan kapasitas 25 ribu jama’ah. Insya Allah, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah yang berlokasi di Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, akan diresmikan pada 20 September 2019 mendatang oleh Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla yang juga selaku ketua umum Dewan Masjid Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI, Abdurrahman Mas’ud dalam arahannya menyampaikan bahwa, masalah utama yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah terjadinya illiterasi. Menurutnya, inti utama terjadinya illeterasi karena, bangsa Indonesia mengalami krisis membaca dan menulis. Hal ini, terjadi dalam semua illiterasi bidang kehidupan.
Berdasarkan hasil dari penelitian di 50 negara yang sudah diteliti tentang budaya literasinya, Indonesia menduduki peringkat dua terbawah. “Ini masalah kita bersama, dan sangat rumit,” ucapnya.
Abdurrahman Mas’ud memperjelas, ciri-cirinya sangat sederhana sekali, dimana berita hoax ada dimana-mana, dan kita tidak lagi berpikir untuk kritis, nalar kritis tidak digunakan lagi untuk menelisik mana yang benar dan mana yang salah. “Illeterasi yang merasuki bangsa ini menimbulkan banyak penyakit kronis seperti prasangka buruk, hatespeech, yang berujung terjadinya disharmoni.”
Saat ini, imunitas sebagai bangsa kian rapuh, sehingga kedodoran. “Memerangi literasi dan Illeterasi merupakan tanggung jawab bersam,” terang Abdurrahman Mas’ud, (bad/Yd).
Berita Terkait
UmumSambut Milad ke-4 dan HUT RI ke-81, Majelis Dzikir Husnul Khotimah Silaturahmi ke Kemenag Batam Bahas "Batam Bersholawat"
17 Jul 2026
UmumKunjungan Silaturahmi Dubes Palestina ke Kemenag Batam: Perkuat Ukhuwah di Tengah Masyarakat yang Majemuk
17 Jul 2026
UmumSambut Kedatangan Duta Besar Palestina, PTSP Kemenag Batam Lakukan Persiapan Matang
17 Jul 2026
