Merawat ke Fitrahan Pasca Ramadhan
<span style="color:black">Batam (Kemenag) --- Fitrah merupakan wujud kesucian jiwa senantiasa tunduk dan patuh hanya kepada Allah SWT. Namun sayang, keadaan manusia ya
Admin Portal
Redaksi

Batam (Kemenag) --- Fitrah merupakan wujud kesucian jiwa senantiasa tunduk dan patuh hanya kepada Allah SWT. Namun sayang, keadaan manusia yang telah terpegaruhi prilaku, sikap dan pemikiran sehingga tanpa diduga telah menodai kesucian itu. Hakikat kembali kepada fitrah sesungguhnya sama kembali kepada jati diri sendiri, yaitu suasana jiwa yang suci yang menjelma dalam pemeliharaan kembali ke tauhid, kembali kepada ketundukan dan penghambaan, serta pemeliharaan kesucian diri sebagai hamba Allah yang Maha Pengasih.
Maknanya, kesiapan untuk menjadikan momentum ramadhan yang telah berlalu sebagai proses pembersihan diri dan kesadaran akan urgensi kembali kepada fitrah manusia.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam, H.Zulkarnain Umar, yang menjadi Khatib pada pelaksanaan salat jumat (12/6) di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Kecamatan Batu Aji, menyampaikan tiga poin yaitu:
Pertama, Senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, karena tujuan dasar ibadah puasa itu menjadi orang yang bertakwa. Menjadi orang bertakwa itu harus senantiasa meningkatkan amal ibadahnya. Salah satu hadis nabi menyebutkan:
“Ittaqillah haitsuma kunta, wa atbi'issayyiatal hasanata tamhuha, wa kholiqinnasa bi khuluqin hasanin.”
Artinya: Bertaqwalah kepada Allah dimanapun kita berada, iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, dan pergaulilah manusia dengan adab yang baik.
“Kalau berdosa, minta ampunlah kepada Allah SWT.”
Kedua, Taqwa itu ibarat orang berjalan banyak duri dan dia sangat berhati-hati. Itulah kehidupan kita di dunia ini. Banyak hal-hal yang menyebabkan kita untuk berdosa, apakah itu lisan, perbuatan, pandangan, sikap, tingkah laku, yang dapat mengakibatkan kita berdosa. Jadi, umat Islam itu merasakan dia adalah manusia banyak salah, banyak hilap, banyak dosa. “Harus berhati-hati dan senantiasa bertaubat kepada Allah SWT.”
Ketiga, Menjaga kesalehan sosial. Kesalehan sosial itu merupakan wujud nyata bagi seseorang yang sudah melaksanakan ibadah puasa. Tentunya, semakin meningkat kepeduliannya kepada orang lain. Jadi, penderitaan orang, itulah penderitaannya.
“Mari kita memperbaiki habluminallah wa habluminannas. Hubungan kepada Allah nya baik dan hubungan kepada sesama manusia juga baik.” jelasnya.
------------
humas
Berita Terkait
Bimas IslamKementerian Agama Kota Batam Laksanakan Kalibrasi Arah Kiblat di Masjid Al Ikhlas Pulau Sumbur
15 Jul 2026
Bimas IslamPerkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat, Kemenag Batam Jalin Kerja Sama dengan LAZ DSNI Amanah
15 Jul 2026
Bimas IslamBatam Kembali Raih Juara Umum MTQ XII Tingkat Provinsi Kepri 2026
10 Jul 2026
