Kembali
Umum Selasa, 3 Juni 2025 246 dilihat

Kepala Kemenag Kota Batam Budi Dermawan Hadiri Dialog Interaktif “Batam Menyapa” RRI: Bahas Bullying dari Perspektif Empati dan Adab

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Budi Dermawan, hadir sebagai narasumber dalam Dialog Interaktif "Batam Menyapa"* yang disiarkan langsung oleh *Radio Republik Indonesia (RRI) Batam, Selasa (3/6). Dialog kali ini mengusung tema: *“Bullying: Empati Publik atau Stigma Sosial?”

A

Admin Portal

Redaksi

Kepala Kemenag Kota Batam Budi Dermawan Hadiri Dialog Interaktif “Batam Menyapa” RRI: Bahas Bullying dari Perspektif Empati dan Adab

Batam (Kemenag) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Budi Dermawan, hadir sebagai narasumber dalam Dialog Interaktif "Batam Menyapa"* yang disiarkan langsung oleh *Radio Republik Indonesia (RRI) Batam, Selasa (3/6). Dialog kali ini mengusung tema: *“Bullying: Empati Publik atau Stigma Sosial?”

Dalam kesempatan tersebut Budi Dermawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak, terutama media dan masyarakat yang peduli terhadap dunia pendidikan, serta berperan aktif dalam pengawasan demi kemajuan pendidikan di Kota Batam.

“Kita semua memiliki tanggung jawab dan tugas bersama – antara anak, keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial,” 

Budi Dermawan juga menekankan peran Kementerian Agama dalam melakukan monitoring dan evaluasi berbasis data, agar dapat mengambil langkah strategis terhadap persoalan pendidikan yang terjadi, termasuk kasus perundungan atau bullying.

Dimana di era keterbukaan informasi saat ini, penting adanya filter dalam menyerap informasi, lingkungan sosial sangat berperan dalam membentuk mental dan karakter anak.

“Adab adalah hal yang utama. Ilmu tanpa adab tidak akan membentuk generasi hebat,” tegasnya.

 Sedangkan empati adalah tentang rasa, yang bukan sekadar rasa kasihan, melainkan  diwujudkan dalam tindakan nyata. Ia mengajak semua pihak melakukan  pencegahan kasus bullying ke depan, khususnya di dunia pendidikan.

Dialog interaktif ini menjadi ruang  bagi masyarakat Batam untuk  membangun kesadaran terhadap pentingnya empati, spiritualitas, dan peran aktif dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat dan beradab.

Berita Terkait