Kembali
Umum Minggu, 15 Juni 2025 269 dilihat

LAM Kepri Kota Batam Anugerahi Gelar Adat kepada Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra

Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri Kota Batam menganugerahkan gelar adat dan tanda kehormatan kepada Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dalam prosesi penabalan yang berlangsung khidmat dan megah di Gedung LAM Batam Center, Minggu (15/6/2025).

A

Admin Portal

Redaksi

LAM Kepri Kota Batam Anugerahi Gelar Adat kepada Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra

Batam (Kemenag) — Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri Kota Batam menganugerahkan gelar adat dan tanda kehormatan kepada Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dalam prosesi penabalan yang berlangsung khidmat dan megah di Gedung LAM Batam Center, Minggu (15/6/2025).

Amsakar Achmad resmi menyandang gelar Dato’ Setia Amanah, sementara Li Claudia Chandra menerima gelar Dato’ Setia Bijaksana. Prosesi sakral ini disaksikan tamu undangan yang hadir mengenakan busana adat, turut meramaikan suasana yang kental dengan nuansa budaya Melayu.

Gedung penabalan disulap menjadi balai adat yang anggun dan megah, dihiasi kain kuning, merah, dan keemasan yang menjuntai dari langit-langit serta dekorasi ukiran khas Melayu yang memperkuat kesakralan acara.

Ketua LAM Kepri Kota Batam, Dato’ Wira Setia Utama YM. H. Raja Muhamad Amin, secara langsung menabalkan gelar kepada Amsakar Achmad. Prosesi diawali dengan pemasangan tanjak, selempang, keris, pingat, pembacaan SK penabalan**, dan petuah adat.

Sementara itu, Dato’ Sari Herliani, istri Ketua LAM Kepri Kota Batam, menabalkan gelar kepada Li Claudia Chandra. Prosesinya meliputi pemasangan tudong manto, selendang, pingat, pembacaan SK penabalan, dan petuah adat.

Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan bahwa gelar ini adalah bentuk amanah yang mempertegas tanggung jawab sebagai pemimpin.

“Amanah itu semakin terasa dan memiliki kekuatan. Tidaklah mudah menjadi pemimpin. Kalau ibarat pohon, pemimpin itu harus berpucuk ke atas dan mengakar ke bawah—tempat berteduh, bergantung, dan bersandar,” ujarnya penuh makna.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keberagaman Kota Batam yang terdiri dari berbagai profesi, etnis, dan agama.

“Kami ingin sampaikan, ingatkan jika kami lupa, tegur jika kami salah. Karena Batam ini milik bersama,” tambahnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Budi Dermawan, turut menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas penganugerahan gelar adat tersebut.

“Selamat kepada Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota atas gelar dan tanda kehormatan adat yang diterima. Ini adalah bentuk pengakuan atas dedikasi dan pengabdian dalam membangun Kota Batam yang harmonis, religius, dan berbudaya,” ujarnya.

Penganugerahan gelar adat ini menjadi simbol penghormatan dan pengukuhan nilai-nilai kepemimpinan dalam bingkai kearifan lokal Melayu yang menjunjung tinggi martabat, amanah, dan kebijaksanaan.

Berita Terkait