Sentuhan Hati di Balik Jeruji: Pembinaan Rohani oleh Penyuluh Agama Islam di Lapas Kelas IIA Barelang Kota Batam
Di balik tembok kokoh dan pintu besi yang mengunci, harapan dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik terus menyala. Inilah yang tampak dalam kegiatan Pembinaan dan Penyuluhan Keagamaan (Binluh) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Barelang Kota Batam, Senin pagi ini (30/06). Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber inspiratif dari Penyuluh Agama Islam Fungsional Kantor Kementerian Agama Kota Batam: Bapak M. Ali Akbar Pohan, S.Sos dan Bapak Subur, S.Sos., M.Pd., kedua pemateri ha
Admin Portal
Redaksi

Batam (Kemenag Batam)– Di balik tembok kokoh dan pintu besi yang mengunci, harapan dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik terus menyala. Inilah yang tampak dalam kegiatan Pembinaan dan Penyuluhan Keagamaan (Binluh) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Barelang Kota Batam, Senin pagi ini (30/06). Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber inspiratif dari Penyuluh Agama Islam Fungsional Kantor Kementerian Agama Kota Batam: Bapak M. Ali Akbar Pohan, S.Sos dan Bapak Subur, S.Sos., M.Pd., kedua pemateri handal ini juga merupakan anggota Pokjaluh Kemenag Batam dan sekaligus anggota Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD. IPARI) Kota Batam.
Dengan bahasa yang menyentuh dan pendekatan yang humanis, Bapak M. Ali Akbar Pohan membuka sesi Binluh dengan tema yang menyadarkan: “Ada Dua Kenikmatan yang Sering Dilupakan”. Ia menegaskan bahwa nikmat sehat dan waktu luang sering kali tidak disadari nilainya, hingga keduanya hilang. “Banyak orang baru menyadari pentingnya kesehatan ketika sakit, dan menyesali waktu luang yang terbuang ketika waktu sudah habis. Maka gunakan waktu dan tubuh untuk kebaikan selagi kita masih diberi kesempatan,” tuturnya, menyentuh hati para Warga Binaan yang menyimak dengan khusyuk.
Dilanjutkan oleh Subur, S.Sos., M.Pd, penyampaian materi “Hidup Itu Pilihan” membawa suasana menjadi lebih reflektif. Dengan gaya tutur yang penuh makna, beliau mengajak seluruh peserta merenungi hakikat hidup sebagai bentuk tanggung jawab manusia. “Kita tidak bisa memilih dilahirkan dari suku apa, warna kulit apa, atau latar belakang seperti apa – itu semua adalah ketetapan Allah. Tapi kita punya pilihan untuk menjadi orang baik atau tidak. Dan orang yang beriman selalu memilih jalan yang baik,” tegasnya, menorehkan kesadaran spiritual yang dalam di benak para hadirin.
Kegiatan Binluh ini bukan sekadar penyuluhan, melainkan sinar harapan yang menembus ruang sempit dan keterbatasan. Di antara jeruji, hati-hati yang merindu hidayah kembali disiram dengan ilmu dan kehangatan rohani. Bagi para Warga Binaan, momen ini menjadi ruang refleksi dan titik balik menuju perubahan diri yang lebih baik.
Kolaborasi antara Penyuluh Agama Islam dan Lapas Kelas IIA Barelang membuktikan bahwa dakwah dan pembinaan tidak mengenal batas. Di manapun, selama masih ada hati yang ingin berubah, di situlah ladang amal terbuka luas. (Humas Gesit)
Berita Terkait
Penyuluh AgamaTingkatkan Kualitas Ibadah, Penyuluh KUA Bulang Berikan Bimbingan Fiqih Shalat di Pulau Nipah
17 Jul 2026
Penyuluh AgamaTingkatkan Amal Ibadah, Siswa MIS Nurul Amanatul Haq Ikuti Penyuluhan dan Zikir Bersama
17 Jul 2026
Penyuluh AgamaSentuhan Rohani di Rumah Sakit: Penyuluh Agama Islam, Kristen, dan Katolik Kemenag Batam Beri Motivasi dan Doa bagi Pasien RSBP
16 Jul 2026
