Kembali
Bimas Kristen Senin, 24 November 2025 275 dilihat

Kolaborasi Untuk Moderasi: Penyuluh Agama Islam dan Penyuluh Agama Kristen Berkolaborasi Siapkan Pemimpin Masa Depan Bangsa yang Moderat

Batam, 19 November 2025 – Dalam upaya penguatan moderasi beragama dan penyiapan generasi muda sebagai pemimpin masa depan bangsa, Penyuluh Agama Kristen berkolaborasi aktif dengan berbagai lembaga pendidikan keagamaan.

A

Admin Portal

Redaksi

Kolaborasi Untuk Moderasi: Penyuluh Agama Islam dan Penyuluh Agama Kristen Berkolaborasi Siapkan Pemimpin Masa Depan Bangsa yang Moderat

Batam (Kemenag) --- Dalam upaya penguatan moderasi beragama dan penyiapan generasi muda sebagai pemimpin masa depan bangsa, Penyuluh Agama Kristen berkolaborasi aktif dengan berbagai lembaga pendidikan keagamaan.

Pada hari Rabu, 19 November pkl. 11.00 Wib hingga 12.00 wib, sejumlah Penyuluh Agama Islam dan Kristen dari Kantor Kementerian Agama Kota Batam atau instansi terkait, melakukan kunjungan koordinasi ke SMPTK Sahabat yang berlokasi di Bida Ayu Kecamatan Sei Beduk.

Kunjungan ini bertujuan utama untuk menjalin silaturahmi, memperkuat sinergi program, serta berdiskusi mengenai peran strategis sekolah dalam membentuk karakter peserta didik. Rombongan Penyuluh diterima langsung oleh Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah SMPTK Sahabat.

Diskusi Moderasi dan Kepemimpinan

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut, fokus pembahasan mengerucut pada strategi bersama untuk:

1. Mempersiapkan Remaja Menjadi Pemimpin Masa Depan: Mendorong siswa-siswi SMPTK Sahabat untuk tidak hanya unggul secara akademis dan keagamaan, tetapi juga memiliki visi kepemimpinan yang kuat.

2. Menanamkan Nilai Moderasi Beragama: Memastikan para remaja memiliki pemahaman yang benar dan implementatif tentang moderasi beragama, yaitu sikap menerima keragaman, anti-kekerasan, komitmen kebangsaan, dan toleransi.

3. Hidup Harmoni dalam Keberagaman Indonesia: Membekali siswa dengan kemampuan untuk hidup rukun, bertoleransi, dan berkolaborasi dalam konteks kemajemukan suku, agama, dan budaya di Indonesia.

Ketua Yayasan menyambut baik inisiatif kolaborasi ini, menyatakan kesiapan pihak sekolah untuk terus bekerjasama dalam memastikan lulusan dari SMPTK Sahabat menjadi duta-duta moderasi di tengah masyarakat.

Penyuluh Agama Kristen juga menyampaikan pentingnya peran guru dan tenaga pendidik dalam menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan dan kerukunan. Kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan program-program pembinaan yang efektif dan berkelanjutan, sehingga cita-cita untuk memiliki generasi pemimpin bangsa yang moderat dan harmonis dapat terwujud.

Berita Terkait