Kembali
MTsN 3 Senin, 25 Mei 2026 130 dilihat

Momen Sakral dan Penuh Emosi Warnai Wisuda Tahfidz 130 Siswa MTsN 3 Kota Batam

Kepala MTs Negeri 3 Kota Batam, Ernawati, M.Pd, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya, "Hari ini adalah bukti nyata dari kerja keras, air mata, dan komitmen kita bersama. Kalian adalah pelopor, angkatan pertama yang mengukir sejarah emas di madrasah ini dengan mahkota Qur'ani," ujarnya dengan suara bergetar menahan haru. Beliau kemudian secara resmi mengembalikan para siswa kepada orang tua dengan harapan agar hafalan Al-Qur'an tersebut terus dijaga dan ditingkatkan di jenjang berikutnya, t

A

Admin Portal

Redaksi

Momen Sakral dan Penuh Emosi Warnai Wisuda Tahfidz 130 Siswa MTsN 3 Kota Batam

HUMAS MATSANIGA – Suasana penuh haru dan kebanggaan luar biasa menyelimuti prosesi Wisuda Tahfidz MTs Negeri 3 Kota Batam Tahun Pelajaran 2025/2026, yang sukses digelar pada Senin, 25 Mei 2026. 

Sebanyak 130 siswa-siswi resmi di wisuda dalam sebuah prosesi sakral yang menandai tonggak sejarah baru bagi madrasah ini. Aroma kebahagiaan bercampur tangis haru mulai memuncak saat prosesi wisuda tahfidz juz 29 dan 30 berlangsung. Satu per satu siswa maju ke panggung dengan pakaian adat melayu bernuansa maroon, menerima kalung samir dari Kepala Madrasah, sebagai simbol kelulusan dan keberhasilan menjaga kalam Allah di dalam dada mereka.

Dalam sambutannya yang sarat akan emosi, Kepala MTs Negeri 3 Kota Batam, Ernawati, M.Pd, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya, "Hari ini adalah bukti nyata dari kerja keras, air mata, dan komitmen kita bersama. Kalian adalah pelopor, angkatan pertama yang mengukir sejarah emas di madrasah ini dengan mahkota Qur'ani," ujarnya dengan suara bergetar menahan haru. Beliau kemudian secara resmi mengembalikan para siswa kepada orang tua dengan harapan agar hafalan Al-Qur'an tersebut terus dijaga dan ditingkatkan di jenjang berikutnya, tutupnya. 

Apresiasi dedikasi tanpa batas dari para majelis guru dalam mendidik siswa-siswi dengan penuh kesabaran. Kepada seluruh orang tua untuk terus mengawal mimpi dan kelanjutan pendidikan anak-anak mereka agar menjadi generasi yang berguna bagi bangsa dan agama. 

Isak tangis haru kembali pecah di penghujung acara saat rangkaian puncak musafahah atau bersalaman saling memaafkan antara siswa, guru, dan orang tua dilakukan, menandai perpisahan manis yang akan selalu dikenang sepanjang masa. (SN)

Berita Terkait