Kembali
MTsN 1 Rabu, 3 Juni 2026 43 dilihat

Wujudkan Madrasah Hijau Berkelanjutan, MTsN 1 Batam Melaksanakan Raker Berbasis Sinergi Ekoteologi

Batam — MTsN 1 Batam menggelar rapat kerja tahunan pada 2–3 Juni 2026 di Aula Ma'had Al Manar dengan tema “Sinergi Ekoteologi: Mewujudkan Kinerja MTsN 1 Batam sebagai Madrasah Hijau dan Berkelanjutan.” Kegiatan yang dibuka oleh Dr. H. Zulkarnain ini membahas evaluasi dan penyusunan program kerja berbagai bidang serta menetapkan Ibu Nila Liberti sebagai pimpinan sidang, Pak Samsudin sebagai wakil pimpinan, dan Ibu Ludyana sebagai sekretaris rapat guna mendukung peningkatan mutu pendidikan.

A

Admin Portal

Redaksi

Wujudkan Madrasah Hijau Berkelanjutan, MTsN 1 Batam Melaksanakan Raker Berbasis Sinergi Ekoteologi

Batam (Kemenag) — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Batam resmi menyelenggarakan rapat kerja tahunan yang dilaksanakan pada tanggal 2–3 Juni 2026 bertempat di Aula Ma'had Al Manar MTsN 1 Batam. Rapat kerja kali ini mengusung tema "Sinergi Ekoteologi: Mewujudkan Kinerja MTsN 1 Batam sebagai Madrasah Hijau dan Berkelanjutan". Acara pembukaan rapat kerja dihadiri langsung oleh Dr. H. Zulkarnain. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa esensi evaluasi dalam rapat kerja bukanlah untuk mencari kesalahan personal, melainkan sebagai instrumen penting untuk meningkatkan kinerja madrasah ke arah yang lebih baik.

"Evaluasi itu adalah untuk peningkatan kinerja. Itu Bapak Ibu. Yang dahulu sudah kita lakukan yang baik, akan kita tingkatkan ke arah yang lebih baik. Kita tingkatkan ke arah yang lebih baik, itu namanya evaluasi. Sama kan asesmen anak-anak? Asesmen itu kan evaluasi. Di mana kelemahan kita, akan kita perbaiki. Bukan menyalahkan person, bukan menyalahkan kepada orang per orang. Itu tidak boleh," tegas Dr. H. Zulkarnain dalam sambutannya.

Menyelaraskan dengan tema utama rapat kerja, Dr. H. Zulkarnain juga memaparkan konsep ekoteologi. Beliau menjelaskan bahwa menjaga kelestarian alam dan lingkungan merupakan wujud nyata pengamalan nilai-nilai keagamaan sebagaimana yang diajarkan dalam Al-Qur'an.

"Kenapa kita harus menjaga lingkungan dan alam? Karena yang keliling ini bertasbih. Al-Isra 44 itu, ayat Al-Isra 44. Kalau tidak salah saya, silakan dicek Pak Amri. Itu disebutkan bahwa seluruh tumbuh-tumbuhan, ya bebatuan, itu berzikir, bertasbih kepada Allah... Maka harapannya, ketika semakin tinggi tingkat religiusitas seseorang, maka semakin cinta dia kepada alam itu," jelas beliau.

Beliau juga mengingatkan pentingnya menanamkan karakter cinta lingkungan kepada para peserta didik. Menurutnya, kerusakan ekosistem di darat maupun di laut tidak terlepas dari ulah manusia sendiri. Oleh karena itu, pendidik di madrasah harus mampu membangun karakter peduli lingkungan melalui pembiasaan nyata dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya melalui pemahaman teori.

"Inilah yang saya katakan ditanamkan kepada anak-anak kita, kenapa ekoteologi itu menjadi satu sasaran yang sekarang ini dikembangkan oleh Kementerian Agama... Tapi pembiasannya lagi, apakah anak kita kalau lihat sampah itu mau dia mengambil pakai tangannya? Atau dia tendang, atau dia biarkan begitu saja, atau dia serak aja? Ini kan karakter. Dan karakter itu dibangun bukan hanya sekadar pemahaman, tetapi adalah pembiasaan," tambah Kabid Penmad.

Setelah sesi pembukaan dan pengarahan selesai, agenda rapat kerja dilanjutkan dengan sidang pleno untuk menentukan arah kebijakan madrasah ke depan. Jalannya sidang awal dipandu oleh Ibu Dewi Zulpikah selaku pimpinan sementara dan Ibu Rika Wati selaku sekretaris sementara yang bertugas mengawal proses pemilihan pimpinan sidang pleno definitif. Pemilihan dilakukan secara demokratis melalui mekanisme pemungutan suara (voting) oleh seluruh peserta rapat kerja. Berdasarkan hasil pemungutan suara, rapat kerja secara resmi dipimpin oleh Ibu Nila Liberti sebagai pimpinan sidang, Pak Samsudin sebagai wakil pimpinan, dan Ibu Ludyana sebagai sekretaris rapat.

Di bawah kendali pimpinan sidang yang baru terpilih, rapat kerja yang berlangsung selama dua hari ini berfokus pada evaluasi capaian program tahun sebelumnya serta penyusunan Rencana Kerja Tahunan. Adapun beberapa bidang kerja pada rapat kerja kali ini yaitu humas, pembiayaan, akademik dan penilaian, kesiswaan, BK (bimbingan konseling), proses dan labor, sarana dan prasarana, standar PTK, serta perpustakaan. Melalui pembahasan pada setiap bidang tersebut, diharapkan target dan program strategis madrasah dapat dirumuskan secara lebih terarah dan terukur guna mendukung peningkatan kualitas akademik, penguatan karakter peserta didik, serta terwujudnya madrasah hijau yang berkelanjutan.

Berita Terkait