Kembali
Bimas Islam Kamis, 4 Juni 2026 51 dilihat

Wujudkan Ekoteologi, KUA Nongsa Giatkan Gerakan Menghijaukan Kantor demi Ketahanan Pangan

Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Nongsa terus berkomitmen dalam menerapkan prinsip ekoteologi di lingkungan kerja. Tidak hanya fokus pada pelayanan administrasi keagamaan, KUA Nongsa juga aktif dalam menjaga kelestarian alam dan memanfaatkan lingkungan sekitar kantor agar lebih produktif.

A

Admin Portal

Redaksi

Wujudkan Ekoteologi, KUA Nongsa Giatkan Gerakan Menghijaukan Kantor demi Ketahanan Pangan

Batam (Kemenag) --- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Nongsa terus berkomitmen dalam menerapkan prinsip ekoteologi di lingkungan kerja. Tidak hanya fokus pada pelayanan administrasi keagamaan, KUA Nongsa juga aktif dalam menjaga kelestarian alam dan memanfaatkan lingkungan sekitar kantor agar lebih produktif.

Hal ini dibuktikan melalui aksi nyata yang dilakukan pada Rabu (3/6/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Kepala KUA Nongsa bersama seluruh staf kompak menyingsingkan lengan baju untuk melaksanakan aksi gotong royong bertajuk "KUA Nongsa Menghijau".

Dalam aksi tersebut, suasana kebersamaan dan pembagian tugas berjalan sangat efektif. Sementara staf perempuan fokus merapikan dan mengkondisikan kebersihan di bagian dalam kantor, para staf pria bergerak di area halaman untuk menggemburkan tanah di sekitar tanaman pepaya yang kini telah memasuki usia tanam hampir 4 bulan.

Komitmen Ekoteologi dan Ketahanan Pangan

Saat ini, pohon-pohon pepaya yang dirawat secara mandiri tersebut sudah mulai berbunga. Dalam kurun waktu 1 hingga 2 bulan ke depan, tanaman ini diproyeksikan sudah siap memasuki masa panen.

Kepala KUA Nongsa, Muliyadi, menegaskan bahwa gerakan penghijauan ini merupakan salah satu bentuk pengejawantahan nilai-nilai agama dalam menjaga alam (ekoteologi). Menurutnya, merawat lingkungan dan menanam tanaman produktif adalah bagian dari rasa syukur sekaligus ibadah.

​​​​​​​"Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas gotong royong atau pembersihan fisik semata. Ini adalah ikhtiar kami dalam mengimplementasikan ekoteologi di lingkungan kantor. Dengan memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam pepaya, kita sedang berupaya membangun ketahanan pangan mandiri bagi seluruh pegawai," ujar Muliyadi.

Dampak Positif bagi Gizi dan Kinerja Pegawai

Muliyadi juga menambahkan bahwa hasil panen dari kebun mandiri ini nantinya akan didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan internal kantor. Langkah kecil ini diharapkan membawa efek domino yang besar, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi.

"Harapan kami, ketika tanaman ini panen, buah segar yang dihasilkan dapat membantu memenuhi standar gizi para pegawai KUA Nongsa. Secara ekonomi tentu lebih hemat, dan dengan asupan gizi yang baik, fisik pegawai akan lebih sehat. Ujung-ujungnya, hal ini pasti akan berimbas positif pada peningkatan produktivitas dan kinerja pelayanan kami kepada masyarakat," pungkas Muliyadi optimis.

Melalui program "KUA Nongsa Menghijau", instansi ini berharap bisa menjadi pelopor bagi lingkungan sekitar dan institusi lain dalam memanfaatkan pekarangan kantor menjadi area hijau yang subur, berkah, dan membawa manfaat nyata bagi internal organisasi.

Berita Terkait