Paham Keagamaan Harus Dideteksi Lebih Awal
Bengkong (Inmas Batam) – Agama tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, mengingat manusia memerlukan kontrol diri dan pengawasan agama. Eksistensi agama berperan dalam mengatasi persoalan-persoalan yang muncul pada masy
Admin Portal
Redaksi

Bengkong (Inmas Batam) – Agama tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, mengingat manusia memerlukan kontrol diri dan pengawasan agama. Eksistensi agama berperan dalam mengatasi persoalan-persoalan yang muncul pada masyarakat.
Selaras dengan fungsinya bahwa agama memiliki fungsi edukatif, penyelamatan, pengawasan sosial, memupuk persaudaraan, dan transformatif. Ketika fungsi agama berjalan dengan baik, masyarakat dapat merasa aman, stabil, sejahtera. Namun, mengingat agama yang dianut oleh manusia di dunia ini tidak hanya satu, maka tidak menutup kemungkinan terdapat klaim kebenaran individual atau komunal berdasarkan keragamaan perspektif masing-masing. Jika klaim itu dihadapkan pada penganut agama lain, maka sudah dapat diduga akan terjadi benturan antar penganut agama, yang masing-masing memiliki klaim kebenaran.
Paham keagamaan harus dideteksi lebih awal dengan meningkatkan peran dari setiap penyuluh agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) diharapkan agar mampu mendeteksi paham atau aliran sesat yang ada di masyarakat sehingga dapat dilaporkan kepada pihak berwenang untuk dapat ditindak lanjuti. Dalam mendeteksi aliran atau paham ini harus memiliki dasar bagi muballigh, ustadz, penyuluh tentang bagimana adanya aliran sesat itu. Langkah yang efektif menagkal itu melalui masjid, melalui jama’ah masjid untuk terus dilakukan pendekatan. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam H. Zulkarnain Umar usai menjadi moderator pada kegiatan bina paham keagamaan yang di taja oleh Kanwil Kemenag Kepri di Golden View Hotel Batam, (19/6).
Ada beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh paham atau aliran sesat itu diantaranya:
1) Pengajian yang sifatnya ekslusif (tertutupmereka tidak ingin kegiatannya diketahui oleh orang banyak seperti melakukan kegiatan ditengah malam dan apabila ada orang yang datang mereka merasa curiga;
2) Tingkat kecurigaan dengan orang lain sangat tinggi dan tidak mau berbaur dengan orang banyak;
3) Merasa dirinya paling benar sedangkan orang lain dianggap tidak benar.
Melalui kegiatan bina paham keagamaan H. Zulkarnain Umar berharap kepada para penyuluh, muballigh dan MUI punya bekal untuk mampu menanggulangi atau mendeteksi aliran sesat yang ada di Provinsi Kepulauan Riau yang sebagaimana kita ketahui masih ada aliran yang melaksanakan shalat dengan 3 waktu serta bisa melihat Tuhan, ujarnya (bad70/Yd).
Berita Terkait
Bimas IslamKementerian Agama Kota Batam Laksanakan Kalibrasi Arah Kiblat di Masjid Al Ikhlas Pulau Sumbur
15 Jul 2026
Bimas IslamPerkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat, Kemenag Batam Jalin Kerja Sama dengan LAZ DSNI Amanah
15 Jul 2026
Bimas IslamBatam Kembali Raih Juara Umum MTQ XII Tingkat Provinsi Kepri 2026
10 Jul 2026
