Tri Hita Karana Sebagai Spirit Ekoteologi Di Era Modern
Dalam rangka memperingati Hari Suci Purnama, kegiatan persembahyangan digelar di Pura Agung Amerta Buana, Batam, Kamis (10/7). Staf Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Gede Somanita, berkesempatan menyampaikan Dharma Wacana kepada umat yang hadir yang menyoroti pentingnya menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Tuhan sebagai wujud nyata penerapan ajaran Tri Hita Karana di era modern.
Admin Portal
Redaksi

Batam (Kemenag) – Dalam rangka memperingati Hari Suci Purnama, kegiatan persembahyangan digelar di Pura Agung Amerta Buana, Batam, Kamis (10/7). Staf Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Gede Somanita, berkesempatan menyampaikan Dharma Wacana kepada umat yang hadir yang menyoroti pentingnya menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Tuhan sebagai wujud nyata penerapan ajaran Tri Hita Karana di era modern.
Dalam ceramahnya, Gede Somanita menegaskan bahwa Kementerian Agama RI terus mendorong keterlibatan umat beragama dalam pelestarian lingkungan melalui pendekatan ekoteologi berbasis nilai-nilai keagamaan. Bagi umat Hindu, ajaran Tri Hita Karana menjadi landasan spiritual yang relevan dan aplikatif. Konsep ini mencakup tiga pilar utama: hubungan manusia dengan Tuhan (parhyangan), hubungan sesama manusia (pawongan), serta hubungan manusia dengan alam (palemahan). Ketiga relasi ini bukan sekadar filosofi, melainkan bentuk nyata dari spiritualitas yang penuh cinta kasih dan tanggung jawab terhadap ciptaan-Nya.
Hal tersebut selaras dengan arahan Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA, yang menekankan pentingnya peran aktif umat beragama dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari implementasi Moderasi Beragama. "Merawat bumi adalah bentuk ibadah dan pengejawantahan cinta yang universal," tegasnya.
Gede Somanita menutup Dharma Wacana dengan mengajak umat Hindu untuk menjadikan Tri Hita Karana sebagai model aplikatif dalam mendukung program ekoteologi Kementerian Agama. Dengan begitu, umat Hindu diharapkan dapat berkontribusi secara nyata membangun kehidupan yang harmonis, selaras, dan penuh welas asih terhadap sesama dan alam semesta.
Berita Terkait
Bimas HinduPenyelenggara Hindu Lepas Keberangkatan Layon Swargi Made Maharta Ke Bali
16 Jul 2026
Bimas HinduMelalui Live Streaming YouTube, Mimbar Agama Hindu RRI Batam Kupas Tuntas Penyakit Kronis Korupsi
8 Jul 2026
Bimas HinduPenyuluh Agama Hindu Kemenag Batam, Pandu Siaran Mimbar Agama Hindu RRI Pro 1 dengan Tema "Membangun Pura di Dalam Diri"
1 Jul 2026
