Kembali
Bimas Hindu Rabu, 3 September 2025 300 dilihat

Mimbar Agama Hindu di RRI: Tekankan Pentingnya Menjaga Kedamaian Negeri

Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Lilik Widyawati, kembali hadir mengisi Program Mimbar Agama Hindu di RRI Pro 1 Batam, Selasa (2/9). Kegiatan ini dipandu oleh I Gusti Ngurah Swimbawa ( BPH ) sebagai host dengan mengangkat tema “Menjaga Kedamaian Negeri dalam Perspektif Ajaran Hindu.”

A

Admin Portal

Redaksi

Mimbar Agama Hindu di RRI: Tekankan Pentingnya Menjaga Kedamaian Negeri

Batam (Kemenag) – Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Lilik Widyawati, kembali hadir mengisi Program Mimbar Agama Hindu di RRI Pro 1 Batam, Selasa (2/9). Kegiatan ini dipandu oleh I Gusti Ngurah Swimbawa ( BPH ) sebagai host dengan mengangkat tema “Menjaga Kedamaian Negeri dalam Perspektif Ajaran Hindu.”

Dalam pemaparannya, Lilik menegaskan bahwa kedamaian merupakan fondasi penting bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. “Ajaran Hindu mengajarkan umatnya untuk selalu menolak segala bentuk adharma, seperti kekerasan, kebencian, dan provokasi, serta menegakkan dharma berupa kebenaran, keharmonisan, dan kasih sayang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Lilik menguraikan sejumlah ajaran Hindu yang relevan dalam menjaga kedamaian, antara lain konsep Vasudhaiva Kutumbakam (seluruh dunia adalah satu keluarga), prinsip Ahimsa Paramo Dharma (tidak menyakiti adalah dharma tertinggi), serta ajaran Tri Kaya Parisudha dan Tat Twam Asi yang menekankan pentingnya kesucian pikiran, ucapan, dan perbuatan dalam menciptakan kerukunan.

Ia juga mengingatkan dampak buruk dari provokasi, kebencian, dan perpecahan yang dapat menghancurkan bangsa. Mengutip Bhagavad Gita, Lilik menegaskan bahwa sifat-sifat seperti kesombongan, kemunafikan, dan amarah yang memecah belah tergolong sifat asurik (keraksasaan) yang hanya membawa penderitaan.

“Umat Hindu diajarkan untuk selalu memperkuat sradha dan bhakti, mengamalkan satya (kebenaran), menolak kekerasan, membangun persaudaraan lintas agama dan budaya, serta bijak dalam bermedia sosial agar kedamaian negeri tetap terjaga,” jelasnya.

Acara ini ditutup dengan doa bersama yang memohon terciptanya kedamaian di alam semesta, di lingkungan sekitar, serta dalam diri setiap insan, sesuai dengan ajaran suci Weda.

Berita Terkait