Kembali
Bimas Hindu Minggu, 26 Oktober 2025 222 dilihat

Kala Cinta Menyentuh Alam, Dharma Menyentuh Jiwa: Pokjaluh Kepri Tanamkan Nilai Ekoteologi pada Generasi Muda Hindu

Batam (Kemenag) – Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Made Karmawan, hadir dalam kegiatan Penguatan Ekoteologi dan Kurikulum Cinta bagi siswa-siswi Pasraman Jnana Sila Bhakti. Kegiatan ini digelar oleh Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Provinsi Kepulauan Riau pada Minggu, 26 Oktober 2025.

A

Admin Portal

Redaksi

Kala Cinta Menyentuh Alam, Dharma Menyentuh Jiwa: Pokjaluh Kepri Tanamkan Nilai Ekoteologi pada Generasi Muda Hindu

Batam (Kemenag) – Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Made Karmawan, hadir dalam kegiatan Penguatan Ekoteologi dan Kurikulum Cinta bagi siswa-siswi Pasraman Jnana Sila Bhakti. Kegiatan ini digelar oleh Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Provinsi Kepulauan Riau pada Minggu, 26 Oktober 2025.

Dengan mengusung tema “Kala Cinta Menyentuh Alam, Dharma Menyentuh Jiwa”, kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan dan spiritualitas dharma kepada generasi muda Hindu di Kota Batam.

Dalam kesempatan tersebut, Made Karmawan menyampaikan pentingnya membangun kesadaran ekologis sejak dini melalui ajaran dharma. “Cinta kepada alam merupakan bagian dari pelaksanaan dharma. Ketika kita menjaga keseimbangan alam, sejatinya kita sedang melaksanakan yadnya kepada kehidupan,” ujarnya.


Ketua Pokjaluh Provinsi Kepulauan Riau, Lilik Widyawati, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi penyuluh agama Hindu untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai ekoteologi. “Kami berharap melalui kegiatan ini, para siswa dapat memahami bahwa mencintai alam sama dengan mencintai kehidupan itu sendiri. Kurikulum cinta bukan hanya tentang kasih antar manusia, tetapi juga kasih terhadap semesta,” ungkapnya.

Sementara itu, staf Penyelenggara Hindu Kemenag Kota Batam, Gede Somanita, menambahkan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk membentuk generasi muda Hindu yang berkarakter dan peduli terhadap lingkungan. “Anak-anak Pasraman perlu dibekali bukan hanya dengan pengetahuan agama, tetapi juga dengan kesadaran ekologis agar mampu menjadi pelindung alam sesuai ajaran Tri Hita Karana,” jelasnya.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya bersama penyuluh Hindu untuk memperkuat implementasi pendidikan berbasis nilai-nilai ekoteologi dan moralitas dalam kurikulum pasraman, sehingga peserta didik tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan.

Berita Terkait