Kembali
Bimas Hindu Senin, 8 Desember 2025 210 dilihat

Purnama Sasih Kanem di Batam, Gede Somanita Sampaikan Pesan Spiritual kepada Umat Hindu

Batam (Kemenag) — Staf Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Gede Somanita, kembali hadir memberikan Dharma Wacana dalam persembahyangan Purnama Sasih Kanem (Kalender Bali) di Pura Agung Amerta Bhuana, Kamis, 4 Desember 2025.

A

Admin Portal

Redaksi

Purnama Sasih Kanem di Batam, Gede Somanita Sampaikan Pesan Spiritual kepada Umat Hindu

Batam (Kemenag) — Staf Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Gede Somanita, kembali hadir memberikan Dharma Wacana dalam persembahyangan Purnama Sasih Kanem (Kalender Bali) di Pura Agung Amerta Bhuana, Kamis, 4 Desember 2025.

Dalam penyampaian Dharma wacana, Gede Somanita membawakan materi tentang hakikat kehidupan duniawi dan jalan mengatasi penderitaan menurut ajaran Hindu. Ia menjelaskan bahwa dunia bersifat sementara dan penuh cobaan (duḥkhalayam aśaśvatam), sehingga umat diharapkan mampu meningkatkan kesadaran spiritual sebagai bekal menjalani kehidupan.

Lebih lanjut, ia menguraikan empat penderitaan utama manusia, yaitu kelahiran, kematian, usia tua, dan penyakit sebagaimana tercantum dalam Bhagavadgita 13.9. Selain itu, ia juga menjelaskan tiga sumber penderitaan (kleśa), yakni penderitaan yang bersumber dari tubuh dan pikiran (Adhyātmika), dari makhluk lain (Adhibhautika), serta dari alam atau bencana (Adhidaivika).

Gede Somanita menekankan bahwa akar penderitaan berasal dari keinginan berlebihan, keterikatan duniawi, serta karma negatif. Oleh karena itu, tujuan hidup manusia sejati adalah mencapai mokṣa, yakni kebebasan dari siklus kelahiran dan kematian.


“Hidup di dunia ini bersifat sementara. Oleh karena itu, mari kita perkuat sradha dan bhakti kepada Tuhan agar kita mampu melewati setiap penderitaan dengan kesadaran dan ketenangan batin.” ujarnya.

Sebagai solusi utama, ia mengajak umat untuk senantiasa berserah diri sepenuhnya kepada Tuhan, sebagaimana ajaran dalam Bhagavadgita 18.66. Ia juga mendorong umat untuk mengamalkan praktik spiritual seperti śravanam (mendengarkan ajaran suci), japam (melafalkan mantra), sevanam (pelayanan suci), dan kīrtanam (melantunkan puji-pujian nama Tuhan).

Kegiatan persembahyangan berlangsung dengan khidmat dan penuh makna, serta diharapkan mampu meningkatkan sradha dan bhakti umat Hindu di Kota Batam.

Berita Terkait