Kembali
Bimas Hindu Selasa, 3 Februari 2026 121 dilihat

Penyuluh Agama Hindu Kemenag Batam Kupas Strategi Bangun Keluarga Sukinah di Pura Agung Amerta Bhuana

BATAM (Kemenag) — Dalam rangka memperingati Hari Suci Purnama, Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Lilik Widyawati, hadir memberikan pencerahan spiritual melalui Dharma Wacana di Pura Agung Amerta Bhuana, Batam, Senin (2/2/2026).

A

Admin Portal

Redaksi

Penyuluh Agama Hindu Kemenag Batam Kupas Strategi Bangun Keluarga Sukinah di Pura Agung Amerta Bhuana

BATAM (Kemenag) — Dalam rangka memperingati Hari Suci Purnama, Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Lilik Widyawati, hadir memberikan pencerahan spiritual melalui Dharma Wacana di Pura Agung Amerta Bhuana, Batam, Senin (2/2/2026).

Mengangkat tema "Membangun Suami Istri Ideal dalam Keluarga Hindu", kegiatan ini bertujuan memperkuat fondasi rumah tangga umat Hindu di Kota Batam agar mampu mewujudkan keluarga yang harmonis dan sejahtera, atau yang dikenal dengan istilah Keluarga Sukinah. Kegiatan ini di hadiri oleh umat Hindu di Kota Batam.

Dalam paparannya, Lilik Widyawati menjelaskan bahwa keberadaan pasangan adalah hukum alam yang ditetapkan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sebagaimana langit dan bumi, pria dan wanita diciptakan untuk saling melengkapi.


"Tuhan menciptakan alam semesta dalam keadaan berpasangan. Pria dan wanita memiliki sifat saling ketergantungan yang menjadi dasar utama dalam membentuk sebuah keluarga," jelas Lilik.

Lilik menekankan bahwa kerukunan adalah harga mati dalam rumah tangga. Ia mengutip kitab suci Manawadharmasastra IX.101 yang menyatakan bahwa kebahagiaan akan bersifat kekal abadi apabila suami merasa puas/bahagia dengan istrinya, dan demikian pula sebaliknya.

Untuk mencapai hal tersebut, ia merinci tanggung jawab masing-masing pihak:

• Peran Suami: Sebagai kepala rumah tangga, wajib membimbing istri ke jalan dharma (kebenaran), menjaga, melindungi, serta memenuhi nafkah lahir dan batin dengan penuh kasih sayang.

• Peran Istri: Hendaknya setia mendampingi suami, mampu memberikan saran dengan tutur kata yang lembut, serta menjadi penyejuk dan penjaga kestabilan rumah tangga, terutama saat suami dalam kondisi letih.

Menutup Dharma Wacana tersebut, Lilik memberikan perhatian khusus bagi pasangan yang memiliki latar belakang berbeda (non-Hindu sebelumnya). Ia menghimbau para suami untuk lebih sabar dan tekun dalam membimbing istri memahami ajaran agama.

Sebagai langkah nyata, ia mengajak seluruh umat untuk menghidupkan suasana spiritual di rumah melalui:

1. Trisandya Bersama : Melaksanakan persembahyangan rutin di rumah sebagai benteng spiritual.

2. Rutin berdiskusi dengan pasangan mengenai visi kebahagiaan rumah tangga.

"Marilah kita tidak jemu-jemu mengusahakan kerukunan demi masa depan keluarga yang lebih baik," pungkasnya.


Berita Terkait