Wujudkan Pemukiman Sehat, Pokjaluh Hindu Kepri Gelar Penguatan Ekoteologi di HUT WHDI ke-38
BATAM (Kemenag) — Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Hindu Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan komitmen nyata terhadap kelestarian lingkungan melalui kegiatan bertajuk "Penguatan Ekoteologi dalam Lingkungan Keluarga".
Admin Portal
Redaksi

BATAM (Kemenag) — Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Hindu Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan komitmen nyata terhadap kelestarian lingkungan melalui kegiatan bertajuk "Penguatan Ekoteologi dalam Lingkungan Keluarga".
Mengusung pesan menyentuh, "Kasihi yang di Bumi, maka Langit akan Memberi," kegiatan ini diselenggarakan sempena memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Kepulauan Riau yang ke-38. Acara dilangsungkan dengan khidmat di Pasraman Brahma Widya Satwika Kabupaten Bintan pada hari Sabtu, 21 Februari 2026
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, Purwadi. Dalam arahannya, beliau mengapresiasi langkah inovatif Pokjaluh dan WHDI dalam mengintegrasikan ajaran agama dengan pelestarian lingkungan hidup.
Selain Pembimas Hindu, acara ini juga dihadiri oleh Lilik Widyawati (Ketua Pokjaluh Hindu Kepri), Perwakilan PHDI Kepri , Pengurus WHDI Provinsi Kepulauan Riau., Perwakilan WHDI Kabupaten Bintan dan Kota Batam, Ketua PHDI Kota Tanjung Pinnag, Ketua KBHD Kab. Bintan, Ketua Pasraman Brahma Widya Satwika,Ketua Pura Giri Natha Puncak SariTanjung Pinang.
Untuk memberikan dampak nyata bagi rumah tangga, narasumber Luh Pitriyanti ( Dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan ) memaparkan materi bertajuk "Pemanenan Air Hujan dan Pemanfaatan Sampah Organik untuk Mewujudkan Pemukiman Sehat Berkelanjutan."
Dalam paparannya, ditekankan bahwa ekoteologi bukan sekadar teori, melainkan aksi nyata seperti: Pemanenan Air Hujan: Strategi menjaga ketersediaan air bersih dan mencegah kekeringan di lingkungan pemukiman. Pemanfaatan Sampah Organik: Mengolah limbah domestik menjadi pupuk atau bahan bermanfaat lainnya guna menciptakan ekosistem rumah yang sehat.
Ketua Pokjaluh Hindu Kepri, Lilik Widyawati, menegaskan bahwa keluarga adalah kunci utama dalam menjaga bumi. Melalui momentum HUT WHDI ke-38 ini, diharapkan para wanita Hindu di Kepulauan Riau dapat menjadi agen perubahan dalam menerapkan gaya hidup berkelanjutan sesuai prinsip Tri Hita Karana, khususnya hubungan harmonis antara manusia dengan alam (Palemahan).
Dengan semangat kemandirian dan kepedulian lingkungan, kegiatan ini diakhiri dengan tekad bersama untuk mewujudkan lingkungan yang lebih hijau dan sehat bagi generasi mendatang.
Berita Terkait
Bimas HinduPenyelenggara Hindu Lepas Keberangkatan Layon Swargi Made Maharta Ke Bali
16 Jul 2026
Bimas HinduMelalui Live Streaming YouTube, Mimbar Agama Hindu RRI Batam Kupas Tuntas Penyakit Kronis Korupsi
8 Jul 2026
Bimas HinduPenyuluh Agama Hindu Kemenag Batam, Pandu Siaran Mimbar Agama Hindu RRI Pro 1 dengan Tema "Membangun Pura di Dalam Diri"
1 Jul 2026
